Wahai Diri
Padahal..
Tak ada yang bisa menjamin amal itu akan diterima
Siapa yang menjamin dirimu ikhlas terbebas dari riya?
Sedangkan syaitan setiap detiknya membujukmu saat kau lena.
Pesan itu selalu datang
lewat berbagai macam cara.
Tak bisa kau tebak, tak bisa kau duga.
Ia terus menghampiri.
lewat berbagai macam cara.
Tak bisa kau tebak, tak bisa kau duga.
Ia terus menghampiri.
Peringatan itu selalu hadir
Dalam segala kondisi pun situasi
Dalam segala kondisi pun situasi
Hanya saja panca indera kita tak pernah peka
Atau kita terlalu aman dengan merasa sudah melakukan kebaikan?
Atau kita terlalu aman dengan merasa sudah melakukan kebaikan?
Padahal..
Tak ada yang bisa menjamin amal itu akan diterima
Siapa yang menjamin dirimu ikhlas terbebas dari riya?
Sedangkan syaitan setiap detiknya membujukmu saat kau lena.
Peringatan itu selalu menggema!
Entah dari kesulitan yang kau hadapi,
Atau musibah yang kau alami
Sudahkah kau renungi?
Seberapa banyak kesalahan diri ?
Entah dari kesulitan yang kau hadapi,
Atau musibah yang kau alami
Sudahkah kau renungi?
Seberapa banyak kesalahan diri ?
Tapi kau lagi-lagi tak pernah peduli
Nikmat pendengaranmu, penglihatanmu, dan tubuhmu..
Malah kau tulikan, butakan, bisukan, cacatkan!
Pantaskah?
Dimana akal sehatmu wahai diri?
Tak adakah rasa syukur dengan memberikan hak Tuhanmu ?
Sedangkan Tuhanmu
Tak pernah lelah memenuhi Oksigen untuk kau hirup
Tak pernah berhenti mengalirkan darah untuk kau hidup
Atau mendetakkan nadimu hingga kau sanggup berdiri saat ini!
Nikmat pendengaranmu, penglihatanmu, dan tubuhmu..
Malah kau tulikan, butakan, bisukan, cacatkan!
Pantaskah?
Dimana akal sehatmu wahai diri?
Tak adakah rasa syukur dengan memberikan hak Tuhanmu ?
Sedangkan Tuhanmu
Tak pernah lelah memenuhi Oksigen untuk kau hirup
Tak pernah berhenti mengalirkan darah untuk kau hidup
Atau mendetakkan nadimu hingga kau sanggup berdiri saat ini!
Allahu Akbar!
Lalu kau?
Kenapa masih saja terpaku dalam kubangan dosa?
Kenapa masih saja terpaku dalam kubangan dosa?
Wahai diri,
Sudah taukah kemana tempat kembali?
Sadarkah engkau berlipat-lipat derajat panasnya api neraka?
Berlipat-lipat pula indahnya syurga?
Lalu, kearah mana kah kau langkahkan kaki?
Sudah taukah kemana tempat kembali?
Sadarkah engkau berlipat-lipat derajat panasnya api neraka?
Berlipat-lipat pula indahnya syurga?
Lalu, kearah mana kah kau langkahkan kaki?
Ada yang salah..
Ada yang salah..
Ada yang salah..
Dengan hati
Terlalu banyak dosa,
pantas saja hatimu tertutupi!
Hingga tak dengar peringatanNya
Ada yang salah..
Ada yang salah..
Dengan hati
Terlalu banyak dosa,
pantas saja hatimu tertutupi!
Hingga tak dengar peringatanNya
Wahai diri!
Bertaubatlah
Kembalilah padaNya dengan sebenar-benar taubat!
Belum terlambat
Semoga itu, mengarahkan kakimu menuju tempat kembali yang hakiki (syurga)
Bertaubatlah
Kembalilah padaNya dengan sebenar-benar taubat!
Belum terlambat
Semoga itu, mengarahkan kakimu menuju tempat kembali yang hakiki (syurga)
Santren, 3 Muharram 1441 H
Tidak ada komentar:
Posting Komentar